Minggu, 17 Maret 2019

• Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan

mungkin juga ada beberapa faktor untuk kita mendapatkan sebuah kebutuhan hidup kita yang antara lain ialah
.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Manusia
Keberadaan manusia dalam hidup bermasyarakat membuat manusia satu dengan yang lain berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Mengapa kebutuhan manusia berbeda-beda?

Kebutuhan manusia berbeda-beda karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.

a. Keadaan Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan hawa dingin. Lain halnya dengan kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis.

Oleh karena itu, tampak di sini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.

b . Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi.

Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing agama memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadah.

Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda-beda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam.

Berbeda halnya ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.

c . Adat Istiadat
Adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat sangat memengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasannya, suatu adat atau tradisi akan memengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup kelompok masyarakat setempat.

Akibatnya tradisi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya upacara perkawinan. Pelaksanaan upacara antardaerah akan berbeda-beda.

Upacara pernikahan di Jawa Tengah dengan di Sumatra Barat akan memiliki ritual yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda pula.

d . Tingkat Peradaban
Makin tinggi peradaban suatu masyarakat makin banyak kebutuhan dan makin tinggi pula kualitas atau mutu barang yang dibutuhkan.

Pada zaman purba, kebutuhan manusia masih sedikit. Namun seiring berkembangnya peradaban, kebutuhan manusia semakin banyak.

Manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya agar mencapai kemakmuran. Dahulu manusia tidak membutuhkan sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat penting, karena dapat mengefisienkan waktu sampai tempat tujuan.

Selain itu cita rasa kebutuhan manusia modern juga semakin meningkat. Manusia menuntut kualitas tinggi dari barang-barang atau jasa yang dibutuhkan.

Dengan demikian membuktikan bahwa perkembangan peradaban akan menyebabkan kebutuhan akan berkembang dan beragam

Mengidentifikasi kebutuhan manusia

sekarang kita belajar ips yang penuh dengan keasikan belajar kita supaya belajar kita lebih semangat dan lebih giat .
dan sekarang kita akan belajar mengenai tentang kebutuhan hidup manusia
apa sih pengertianya

1.pengertian kebutuhan"Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup dan apabila tidak dipenuhi akan berakibat fatal."
2.pengertian kebutuhan"kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan makhluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha..
itu adalah pengertian dan sekarang kita akan membahas tentang jenis jenis kebtuhan
Jenis-jenis Kebutuhan
a.  Kebutuhan menurut Intensitas/tingkatan:
1.  Kebutuhan primer: kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat hidup secara layak,disebut juga kebutuhan alamiah
contoh; sandang,pangan,papan, pendidikan
2.  Kebutuhan sekunder: merupakan kebutuhan pelengkap yang fungsinya untuk meningkatkan kenyamanan.
Contoh; kipas angin, radio, tv,meja kursi dll
3.  Kebutuhan tersier: kebutuhan akan barang2 mewah
Contoh; mobil, perhiasan, pesiar dll
b. Kebutuhan menurut sifat
1. Kebutuhan jasmani: kebutuhan yang berhubungan dengan fisik/tubuh/jasmani
        contoh:kebutuhan makan,minum,pakaian,biologis
2. Kebutuhan rohani: kebutuhan yang berhubungan dengan kejiwaan atau batin
        contoh: beribadah, musik,noton film
c.  Kebutuhan menurut Subjek
1. Kebutuhan Individu: kebutuhan yang pemenuhannya bersifat perseorangan
        contoh: pelajar membutuhkan buku, seragam
2. Kebutuhan Sosial: kebutuhan yang diperuntukkan oleh banyak orang.
        contoh; jembatan, jalan raya, pasar,tempat ibadah.
d.  Kebutuhan menurut waktu
1. Kebutuhan sekarang: kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini
        contoh: obat bagi orang sakit, makan bagi orang lapar, minum bagi orang yang haus.
2. Kebutuhan Yang akan Datang: kebutuhan yang diperuntukkan untuk masa yang akan datang
         contoh: tabungan, asuransi
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan
1. Peradaban atau perkembangan jaman.
2. Kondisi alam
3. Agama/kepercayaan
4. Adat istiadat/tradisi
Alat pemuas kebutuhan: Barang & Jasa
Jenis-jenis Barang pemuas kebutuhan
a. Barang menurut tujuan penggunaan
1. Barang konsumsi: Barang yang secara langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Disebut juga barang jadi. Terdiri dari; Barang yang tahan lama(durable good) contoh:perabotan rumah tangga, dan barang tdk tahan lama (nondurable good) contoh: roti
2. Barang Produksi/barang modal: Barang yang digunakan untuk menghasilkan barang lain.
b. Barang menurut cara memperolehnya
1. Barang Bebas: Barang yang bisa dinikmati tanpa harus mengeluarkan pengorbanan. contoh: udara, air laut,matahari
2. Barang Ekonomi: Barang yang jumlah terbatas dan untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan. Sebagian besar barang yang dihasilkan manusia adlh barang ekonomi
c. Barang menurut hubungannya dengan barang lainnya.
1.  Barang Substitusi. Barang yang sifatnya saling menggantikan. contoh: bolpoint—pensil
2. Barang Komplementer
        Barang yang nilai gunanya meningkat apabila digunakan bersama-sama dengan barang lain. contoh: kompor—minyak tanah
d. Barang menurut proses pembuatannya
1.  Barang Mentah/Bahan baku, merupakan bahan dasar pembuatan barang pemuas kebutuhan.
2.  Barang setengah jadi, merupakan hasil prosesan barang mentah dan masih digunakan dalam proses produksi selanjutnya.
3.  Barang jadi, merupakan barang akhir dari rangkaian proses produksi dan siap untuk dikonsumsi.

link silabus ips smk

link silabus ips smk

Selasa, 26 Februari 2019

KESEIMBANGAN DI PASAR BARANG DAN JASA (EQUILIBRIUM KURVA IS-LM)


KESEIMBANGAN DI PASAR BARANG DAN JASA (EQUILIBRIUM KURVA IS-LM)


A. Sejarah Kurva IS-LM

Sir John Richard Hicks adalah seorang ekonom Inggris dan salah satu ekonom paling penting dan berpengaruh pada abad kedua puluh. Yang paling besar kontribusina di bidang ekonomi adalah pernyataan teori permintaan konsumen dalam ekonomi mikro, dan model IS / LM (1937), yang diringkas dari pandangan makroekonomi Keynesian. Bukunya Value and Capital (1939) secara signifikan menjelaskan tentang General-Equilibrium dan Value Theory. The Compensated Demand Function merupakan sebutan fungsi permintaan Hicks.
Pada tahun 1972 ia menerima Hadiah Nobel dalam Ilmu Ekonomi atas kontribusi pionir padateori General-Equilibrium dan Walfare Theory.


B. Asumsi-Asumsi Pokok
Asumsi-asumsi yang mendasari model IS-LM merupakan kombinasi asumsi-asumsi model Klasik dan Keynes. Asumsi Klasik yang digunakan adalah pasar akan senantiasa berada dalam keseimbangan. Sedangkan asumsi Keynes yang digunakan adalah uang sebagai alat transaksi dan spekulasi. Lebih rincinya adalah sebagai berikut:
1)      Pasar akan selalu berada dalam keseimbangan. Permintaan  sama dengan penawaran (S=D)
2)      Berlaku Hukum Walras, dimana dalam perekonomian terdapat sejumlah n pasar, dan sebanyak n-1 pasar telah berada dalam keseimbangn, maka pasar ke-n niscaya telah mencapai keseimbangan.
3)      Funsi uang sebagai alat transaksi dan spekulasi. MD = Mt + Msp
4)      Dimana MD = total permintaan uang
5)      Mt = permintaan uang untuk transaksi
6)      Msp = permintaan uang untuk spekulasi
7)      Perekonomian adalah perekonomian tertutup. Y = C + S.
8)      Model komparatif statis. Analisis yang dilakukan adalah perubahan dari satu keseimbangan ke kondisi keseimbangan lainnya.

Dalam ekonomi konvensional, kesimbangan umum dapat terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada di dalam keseimbangan. Dalam keadaan keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang seimbang baik di pasar barang maupun di pasar uang.

C. Pasar Barang (Kurva IS)
Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.  Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
Kurva IS adalah Kurva yang menunjukkan kombinasi antara suku bunga dan tingkat pendapatan, dimana pasar barang berada dalam kondisi keseimbangan.
Kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk barang dan jasa. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri.
Kurva IS memiliki kemiringan negatif karena tingkat suku bunga yang lebih tinggi menurunkan pengeluaran investasi, yang pada gilirannya menurunkan permintaan agregat serta tingkat pendapatan keseimbangan.
Kurva IS melandai kebawah karena keluaran dan suku bunga memiliki hubungan berbanding terbalik di pasar barang: Apabila keluaran meningkat maka akan lebih banyak uang yang ditabung, yang artinya suku bunga haruslah diturunkan untuk mendorong investasi yang cukup sehingga sepantaran dengan tabungan.
Kita mengetahui bahwa dalam pasar barang ada tingkat ekuilibrium output (pendapatn) agregat (Y) untuk tiap nilai tingkat bunga (r). untuk nilai r tertentu, kita bisa menentukan nilai ekuilibrium Y. Nilai ekuilibrium Y turun ketika r naik dan naik ketika r turun. Oleh sebab itu, ada hubungan negative antara ekuilibrium Y dengan r. Alasan hubungan negative ini adalah hubungan negative antara investasi yang direncanakan dengan tingkat bunga. Ketika tingkat bunga naik, investasi yang direncanakan (I) turun, dan penurunan dalam I ini menyebabkan penurunan nilai ekuilibrium Y.
Kita juga mengetahui dari analisis sebelumnya dalam pasar barang, bahwa ketika pembelian pemerintah (G) meningkat dengan tingkat bunga konstan, nilai ekuilibrium Y naik. Ini berarti kurva IS bergeser ke kanan ketika G meningkat. Dengan r sama dan nilai G lebih tinggi, nilai ekuilibrium Y lebih besar. Ketika G turun, kurva IS bergeser ke kiri.

Faktor - faktor yang mempengaruhi kurva IS, yaitu sebagai berikut:

1.      Bilangan pengganda (multiplier)
Besarnya kecilnya pengganda mempengaruhi, baik intercept maupun slope dari fungsi IS. Semakin besar pengganda, maka intercept dan slope kurva IS semakin besar pula. Sedangkan besar kecilnya pengganda itu sendiri dipengaruhi oleh kecenderungan mengkonsumsi marjinal (MPC) atau b dan elastisitas investasi terhadap pendapatan (f).

2.      Kepekaan investasi terhadap perubahan dalam tingkat bunga (interest elasticity of investment).
Semakin peka (sensitive) investasi terhadap perubahan dalam tingkat bunga, maka slope kurva IS akan semakin curam (steeper), sedangkan intercept-nya adalah tetap atau tidak berubah. Sebaliknya, semakin tidak sensitif (insensitive) investasi terhadap perubahan dalam tingkat bunga, maka slope kurva IS akan semakin datar (flatter). Jadi, elastisitas investasi terhadap tingkat bunga hanya mempengaruhi kemiringan (slope) kurva IS, sementara intercept-nya tetap, yang berarti pula tidak akan menyebabkan kurva IS tersebut bergeser.

3.      Kebijakan pemerintah (fiscal policy).
Perubahan didalam peubah kebijakan fiskal seperti pengeluaran pemerintah (G) dan pajak (T) akan mempengaruhi intercept kurva IS, tetapi tidak berpengaruh terhadap slope kurva IS. Dengan perkataan lain, perubahan dalam peubah kebijakan fiskal (G dan T) hanya akan menyebabkan kurva IS bergeser dengan kemiringan (slope) tetap. Kebijakan fiskal sebenarnya dapat pula mempengaruhi kemiringan kurva IS, kalau pajak yang dipungut pemerintah adalah pajak pendapatan (incuded tax), dimana tarif pajak (tax rate) akan mempengaruhi pengganda (multiplier), dan selanjutnya pengganda akan mempengaruhi, baik intercept maupun slope kurva IS yang bersangkutan.

D. Pasar Modal / Pasar Uang (Kurva LM)
Hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar uang dinyatakan dengan Kurva LM. Teori preferensi likuiditas menyatakan bahwa tingkat bunga menyesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan untuk aset perekonomian yang paling likuid, yaitu uang. Keseimbangan pasar uang tercapai bila permintaan uang(L) telah sama dengan penawaran uang(M).
Jadi, L = M
Kurva LM menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk keseimbangan uang riil. Kurva LM memiliki kemiringan positif. Kenaikan suku bunga akan menurunkan permintaan saldo riil. Untuk mempertahankan agar tingkat permintaan saldo riil bisa sama dengan tingkat penawaran tetap, pendapatan harus ditingkatkan. Semakin besar kepekaan permintaan akan uang terhadap pendapatan, dan semakin rendah kepekaan permintaan akan uang terhadap, maka semakin curamlah kurva LM.

Hal-hal utama mengenai Kurva LM adalah sebagai berikut:
·           Kurva LM adalah kombinasi dari tingat suku bunga dan tingkat pendapatan, sehingga pasar uang berada dalam situasi keseimbangan.
·       Bila pasar uang berada pada situasi yang seimbang, demikian juga dengan pasar obligasi. Karenanya kurva LM adalah juga merupakan kombinasi dari tingkat pendapatan dan suku bunga, sehingga pasar obligasi pada situasi keseimbangan.
·       Kurva LM miring secara positif. Karena penawaran uang adalah tetap, kenaikan tingkat pendapatan, yang menaikkan jumlah uang yang diminta, haruslah disertai dengan kenaikan suku bunga. Hal ini menurunkan jumlah uang yang diminta, dan karenanya mempertahankan keseimbangan pasar uang.
·         `Kurva LM bergeser oleh terjadinya perubahan penawaran uang. Kemudian penawaran uang akan
      menggeser kurva LM ke sebelah kanan.

Senin, 25 Februari 2019

Keberagaman Budaya di Indonesia


 Keberagaman Budaya di Indonesia

Faktor-faktor Penyebab Keberagaman Budaya
Masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebar di lebih dari 13 ribu pulau. Setiap suku bangsa memiliki identitas sosial, politik, dan budaya yang berbeda-beda, seperti bahasa yang berbeda, adat istiadat serta tradisi, sistem kepercayaan, dan sebagainya.
Ciri keragaman kebudayaan lokal di Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut:
1.   Keragaman suku bangsa
Dari ilmu antropologi diketahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan.
Antara tahun 3.000 – 500 SM Indonesia telah dihuni oleh penduduk migran submongoloid dari Asia yang kemudian bercampur dengan penduduk indigenous/ pribumi dan indo-arian dari Asia Selatan.
Klasifikasi suku di Indonesia menurut Van Vollenhoven yang membagi Indonesia ke dalam 19 daerah suku bangsa, yaitu:


1)       Aceh
2)       Gayo-alas dan Batak
       Nias dan Batu
3)       Minangkabau
       Mentawai
4)       Sumatra Selatan
5)       Melayu
6)       Bangka dan Belitung
7)       Kalimantan
8)       Minahasa
Sangir-Talaud
9)       Gorontalo
10)    Toraja
11)    Sulawesi Selatan
12)    Ternate
13)    Ambon
Kepulauan Barat Daya
14)    Irian
15)    Timor
16)    Bali dan Lombok
17)    Jawa Tengah dan Jawa Timur
18)    Surakarta dan Yogyakarta
19)    Jawa Barat


2.   Keberagaman bahasa
Indonesia termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia (Australia-Asia). Gorys Keraf membagi rumpun bahasa ini ke dalam subrumpun:
1)       Bahasa-bahasa Austronesia Barat atau Bahasa-bahasa Indonesia/ Melayu yang meliputi:
§  Bahasa-bahasa Hesperonesia (Indonesia Barat) yang meliputi: bahasa Minahasa, Aceh, gayo, Batak, Minangkabau, Melayu, Melayu Tengah, Lampung, Nias, Mentawai, Jawa, Sunda, Madura, Dayak, Bali Sasak, Gorontalo, Toraja, Bugis-Makasar, Bima, Manggarai, Sumba, Sabu.
§  Bahasa-bahasa Indonesia Timur yang meliputi: bahasa Timor-Ambon, Sula Bacan, Halmahera Selatan-Irian Barat.
2)       Bahasa-bahasa Austronesia Timur atau Polinesia yang meliputi:
§  Bahasa-bahasa Melanesia (Melanesia dan Pantai Timur Irian)
Melanesia (dari bahasa Yunani "pulau hitam") adalah sebuah wilayah yang memanjang dari Pasifik barat sampai ke Laut Arafura, utara dan timur laut Australia.

§  Bahasa-bahasa Heonesia (Bahasa Polinesia dan Mokronesia)
3.   Keberagaman religi
Indonesia memiliki keberagaman agama atau kepercayaan. Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui secara resmi oleh negara yaitu: Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu. Selain itu berkembang pula kepercayaan-kepercayaan lain di massyarakat.
4.   Keberagaman seni dan budaya
Suku bangsa yang beragam di Indonesia tentu menghasilkan kebudayaan yang beragam pula. Salah satu wujud itu adalah kesenian, baik seni sastra, seni tari, seni musik, seni drama, seni rupa dan sebagainya.

Manfaat Keberagaman Budaya
Keberagaman budaya memberikan manfaat bagi bangsa kita. Dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbedaharaan istilah dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, dalam bidang pariwisata, potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata di Indonesia yang bisa mendatangkan devisa. Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia di masing-masing daerah dapat pula dijadikan acuan bagi pembangunan nasional.

Masalah Akibat Keberagaman Budaya
Mengatur dan mengurus sejumlah orang yang sama ciri-ciri, kehendak, dan adat istiadatnya tentunya lebih mudah daripada mengurus sejumlah orang yang semuanya berbeda-beda mengenai hal-hal tersebut.
Gagasan yang menarik untuk diangkat mengatasi/ mengikis kesalahpahaman dan membangun benteng saling pengertian adalah dengan multikulturalisme dan sikap toleransi serta empati.
1)   Multikulturalisme
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.
Didalam multikulturalisme masyarakat diminta untuk melihat dan menyikapi perbedaan, multikulturalisme juga mengajak masyarakat untuk melihat keragaman budaya dalam kacamata kesederajatan maksudnya tidak ada budaya yang lebih tinggi daripada budaya lain. Didalam multikulturalisme juga tidak boleh ada diskriminasi terhadap suatu komunitas suku bangsa tertentu karena hal itu akan menjadi benih perpecahan dan konflik. Semua suku bangsa harus diperlakukan sama dan dilibatkan dalam berbagai aspek kebangsaan baik sosial, politik, hukum, maupun pertahanan dan keamanan. Hanya dengan cara demikian seluruh potensi suku bangsa akan bahu-membahu membangun perdapan bangsanya yang lebih baik.
2)   Toleransi dan empati
Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan orang atau kelompok lain.
Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain.
Sikap toleran dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia.
Cara pikir seperti ini akan membawa kita pada sikap dan tindakan untuk tidak memperuncing perbedaan, tetapi mencari nilai-nilai universal yang dapat mempersatukan.

Integrasi Nasional
Integrasi artinya pembauran hingga menjadi satu kesatuan yang utuh atau bulat. Integrasi bisa terjadi secara horisontal dengan pihak yang sederajat, ataupun secara vertikal.
Pendapat para ahli mengenai integrasi nasional:
1.    Higgins
Memahami integrasi nasional dengan melihat proses penyatuan kelompok budaya dan sosial pada satu kesatuan wilayah dan identitas nasional.
2.    Dr. Nazaruddin Sjamsuddin
Proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya.
3.    J. Soedjati Djiwandono
Cara bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri. Hak tersebut perlu dibatasi pada suatu taraf tertentu. Bila tidak, persatuan nasional akan dibahayakan.
Faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional:
1.    Homogenitas kelompok
Pada kelompok yang kecil biasanya tingkat kemajemukannya juga relatif kecil, sehingga akan mempercepat proses integrasi nasional.
2.    Mobilitas geografis
Faktor geografis memengaruhi efektifitas dan efesiensi komunikasi. Komunikasi yang berlangsung di dalam masyarakat akan mempercepat integrasi nasional.
Kata kunci dalam mencapai integrasi nasional adalah dengan menjaga keselarasan antarbudaya.
Peranan pemerintah
1.    Pemerintah harus mampu melaksanakan sebuah sistem politik nasional yang dapat mengakomodasikan aspirasi masyarakat yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.
2.    Kemampuan desentralisasi pemerintah yang diwujudkan dalam agenda otonomi daerah.
3.    Keterbukaan dan demokratisasi yang bertumpu pada kesamaan hak dan kewajiban warga negara.
Peranan masyarakat
1.    Meminimalkan perbedaan yang ada dan berpijak pada kesamaan-kesamaan yang dimiliki oleh setiap budaya daerah.

2.    Meminimalkan setiap potensi konflik yang ada.




Budaya Lokal ~ Indonesia terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian timur di Merauke. Selain itu, Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu bangsa Indonesia disebut juga bangsa majemuk yang memiliki beragam budaya. Selain itu, Indonesia memiliki letak sangat strategis dan tanah yang subur dengan kekayaan alam melimpah ruah. Keadaan geografis yang strategis ini menyebabkan semua arus budaya asing bebas masuk ke Indonesia. Hampir semua budaya setiap etnis mulai Asia sampai Eropa ada di Indonesia. Budaya yang masuk itu memperkaya dan memengaruhi perkembangan budaya lokal yang ada secara turun temurun. Nah, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan membahas salah satu materi dari Antropologi yaitu Budaya Lokal dan Budaya Asing. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

A. Buadaya Lokal

Konsep mengenai budaya lokal telah mengalami perkembangan. Pengertian lama budaya lokal sangat berkaitan dengan wilayah dan budaya yang berkembang di dalamnya. Seiring perkembangan zaman dan sistem sosial budaya, dewasa ini budaya lokal dimaknai sebagai pengetahuan bersama yang dimiliki sejumlah orang. Dengan demikian, budaya lokal dapat digunakan untuk merujuk budaya pedagang kaki lima, budaya pengemis, bahkan budaya sekolah. Batasan-batasan budaya menurut wilayah menjadi kabur dan tidak memadai lagi.

Budaya lokal meliputi berbagai kebiasaan dan nilai bersama yang dianut masyarakat tertentu. Pengertian budaya lokal sering di hubungkan dengan kebudayaan suku bangsa. Konsep suku bangsa sendiri sering dipersamakan dengan konsep kelompok etnik. Menurut Fredrik Barth sebagaimana dikutip oleh Parsudi Suparlan, suku bangsa hendaknya dilihat sebagai golongan yang khusus. Kekhususan suku bangsa diperoleh secara turun temurun dan melalui interaksi antarbudaya. Budaya lokal atau dalam hal ini budaya suku bangsa menjadi identitas pribadi ataupun kelompok masyarakat pendukungnya. Ciri-ciri yang telah menjadi identitas itu melekat seumur hidup seiring kehidupannya.

"Budaya lokal adalah nilai-nilai lokal hasil budi daya masyarakat suatu daerah yang terbentuk secara alami dan diperoleh melalui proses belajar dari waktu ke waktu. Budaya lokal dapat berupa hasil seni, tradisi, pola pikir, atau hukum adat."

Budaya lokal merupakan suatu kebiasaan dan adat istiadat daerah tertentu yang lahir secara alamiah, berkembang, dan sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Budaya masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman (pedesaan) yang tinggal di daerah pantai berbeda. Budaya lokal masyarakat pedalaman (pedesaan) terlihat tenang dengan karakteristik masyarakatnya yang cenderung tertutup. Adapun budaya lokal masyarakat yang tinggal di daerah pantai terlihat keras dan karakteristik masyarakatnya relatif lebih terbuka.

Kekayaan budaya lokal di Nusantara dijadikan laboratorium hidup antropologi oleh para antropolog. Budaya lokal yang bersifat tradisional yang masih dipertahankan. Tidak semua nilai tradisional buruk dan harus dihindari. Justru nilai tradisional itu harus digali dan digunakan untuk mendukung dan membangun agar tidak bertentangan dengan nilai modern.

Dewasa ini, budaya lokal semakin berkembang. Apalagi sejak berkembangnya teknologi informasi yang canggih. Banyak budaya lokal yang diangkat dalam program acara di televisi. Sinetron dan film yang beredar mulai menggunakan sisipan bahasa daerah dan adanya kosakata dalam bahasa daerah itu menjadi kosakata nasional.

Budaya Lokal dan Budaya Asing | www.zonasiswa.com


B. Budaya Asing

Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudra, memiliki peluang terjadinya proses interaksi sosial dari berbagai bangsa sekaligus membuka proses difusi atau penyebaran kebudayaan melalui jalur perdagangan, baik lokal maupun antarnegara. Melalui perdagangan inilah terjadi kontak kebudayaan antarsuku bangsa, baik suku-suku bangsa yang ada di Indonesia maupun dari mancanegara.

Perpindahan unsur-unsur kebudayaan dapat terjadi tanpa disertai adanya proses perpindahan kelompok manusia atau bangsabangsa dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal itu dapat terjadi dalam proses perdagangan ataupun pelayaran, di mana para pedagang selain melakukan transaksi dagang, juga memperkenalkan kebudayaan bangsa mereka. Demikian pula yang dilakukan para penyebar agama. Agama Islam misalnya, masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia.

Proses penyebaran kebudayaan didominasi melalui jalur perdagangan laut, maka dari itu penduduk di daerah pesisir memiliki kebudayaan campuran. Pengaruh kebudayaan asing yang dibawa kaum pedagang ataupun pelaut banyak memengaruhi pola kebudayaan masyarakat pribumi yang tinggal di daerah pesisir atau di sekitar pelabuhan tempat mendaratnya pedagang asing.

Pengaruh kebudayaan asing terhadap kebudayaan lokal secara umum dapat dijumpai dalam bentuk sebagai berikut.
Sistem Religi
Bergesernya sistem religi yang berakar pada kepercayaan tradisional menuju sistem religi yang berlandaskan ajaran agama, merupakan contoh konkret adanya pengaruh kebudayaan asing terhadap kebudayaan lokal. Bangsa Indonesia pada awalnya menganut sistem kepercayaan kepada roh-roh leluhur maupun kekuatan gaib yang diwariskan secara turun temurun. Namun, kini telah terkikis dengan adanya ajaran agama yang menekankan kepada satu tujuan penyembahan yakni Tuhan Yang Maha Esa.

Sistem Pengetahuan
Masuknya kebudayaan asing dengan membawa bentuk sistem pengetahuan yang lebih modern telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap keadaan alam sekitarnya. Pengetahuan tradisional yang cenderung berlandaskan pada kemampuan intuitif yang irasional berubah ke pola pemikiran yang lebih rasional. Misal: penemuan obatobatan tradisional merupakan bentuk pengembangan pengetahuan tradisional terhadap khasiat tumbuhan yang dipadukan dengan pengetahuan modern (ilmu farmasi), sehingga menghasilkan obat yang alami dan bebas dari bahan kimia.

Sistem Teknologi
Teknologi merupakan salah satu unsur kebudayaan yang berkaitan dengan peralatan yang dipergunakan manusia untuk mengubah keadaan sekitarnya maupun keadaan dirinya demi terpenuhinya kebutuhan hidup.

Kesenian
Dari waktu ke waktu kesenian tradisional sebagai salah satu unsur kebudayaan lokal mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya terutama para generasi muda. Masuknya kesenian mancanegara yang dirasa lebih menarik dan mewakili jiwa muda, banyak menggeser ruang gerak kesenian tradisional.

Bahasa
Secara umum, pengaruh kebudayaan asing khususnya dalam bahasa, bukan menghilangkan bahasa lokal, namun justru memperkaya perbendaharaan kata dalam bahasa lokal tersebut. Banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari kata-kata bahasa asing yang telah diserap menjadi kosakata bahasa Indonesia.

Semoga artikel Antropologi tentang penjelasan mengenai Budaya Lokal dan Budaya Asing di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan sobat sekalian. Apabila ada suatu kesalahan baik berupa penulisan maupun isi, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Jangan lupa like dan share juga ya sobat. Terima kasih...

Bagi teman-teman yang mempunyai suatu tulisan unik tentang apa saja, ataupun puisi, cerpen, cergam, pantun, bahkan profil sekolah dan guru; dan ingin dibagikan ke teman-teman lainnya melalui mading zona siswa, silahkan saja kirim karya kalian di Mading Zona Siswa. Karya kalian nantinya akan ditampilkan di mading kami dan akan dibaca oleh ribuan pengunjung lainnya setiap hari. Ayoo kirim karya kalian di mading zona siswa. Terima kasih sudah berkunjung. ^^Maju Terus Pendidikan Indonesia^^

SUMBER EKONOMI YANG LANGKA DAN KEBUTUHAN MANUSIA YANG TIDAK TERBATAS



SUMBER EKONOMI YANG LANGKA DAN KEBUTUHAN MANUSIA YANG TIDAK TERBATAS
BARANG/BENDA SEBAGAI ALAT PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA



1. Jenis-Jenis Dan Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan Manusia

Barang atau benda adalah segala sesuatu yang menjadi sarana, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sedangkan jasa adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tidak berwujud.

Alat atau jenis pemenuhan kehidupan manusia yang berupa barang dapat dibedakan menjadi beberapa macam sebagai berikut :

 a. Dilihat dari cara memperolehnya

Jenis barang menurut cara memperolehnya. Pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk memperolehnya.

Barang ekonomi. Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu yang biasanya berupa uang. Misalnya, untuk memperoleh makanan kita harus mengeluarkan sejumlah uang. Uang tersebut adalah sebuah pengorbanan.
Barang bebas. Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga untuk memperolehnya kita tidak membutuhkan pengorbanan dan dapat mengambilnya begitu saja di alam. Misalnya, udara untuk bernapas, pasir di padang pasir, dan es di kutub.
Barang illith. Barang illith adalah barang yang dibutuhkan tapi jika barang ini melebihi dari yang dibutuhkan justru akan merugikan dan berbahaya. Misalnya, air dan api. 
b. Dilihat Dari Cara Pemakaiannya.

Setiap barang pemuas kebutuhan mempunyai hubungan dengan barang lainnya sesuai dengan fungsi dan peranannya, yaitu sebagai berikut.

Barang substitusiBarang substitusi adalah barang pemuas kebutuhan yang fungsinya dapat menggantikan barang lain atau dapat saling menggantikan. Contohnya, gas dapat menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar.
Barang komplementerBarang komplementer adalah barang pemuas kebutuhan yang akan bermanfaat apabila dipakai bersama-sama dengan benda yang lain. Misalnya, mobil dengan bensin, jarum dengan benang, dan kompor dengan minyak tanah.
c. Dilihat Dari Segi Sifatnya

Berdasarkan segi jaminan pinjaman, alat pemenuhan kebutuhan dibedakan menjadi benda bergerak dan tidak bergerak.

1 ) Benda bergerak
Benda yang dapat dipindah-pindahkan tempatnya dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit jangka pendek (jangka waktu kurang dari 1 tahun) disebut benda bergerak. Contoh benda bergerak antara lain: mobil, perhiasan, dan barang-barang elektronik.
2 ) Benda tidak bergerak
Benda yang tidak dapat dipindah-pindahkan tempatnya dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit jangka panjang dinamakan benda tidak bergerak. Contoh barang tidak bergerak antara lain tanah dan gedung.

 d. Dilihat Dari Segi Penggunaan

Menurut kegunaannya, barang atau alat pemuas kebutuhan dapat digolongkan menjadi dua.

Barang konsumsikonsumsi adalah barang siap pakai karena manfaatnya langsung dapat diambil. Misalnya, makanan, minuman, dan pakaian.
Barang produksiBarang produksi adalah barang yang berguna untuk menghasilkan barang yang lain. Barang produksi merupakan istilah lain dari barang modal. Misalnya, mesin jahit dan radio.
e. Dilihat Dari Segi Pembuatannya
Menurut proses produksinya, barang dapat dibedakan sebagai berikut.

Barang mentah (bahan baku)Barang mentah adalah bahan dasar untuk membuat barang lain. Barang ini sama sekali belum mengalami proses pengolahan. Misalnya, kapas, kayu, dan hasil tambang.
Barang setengah jadiBarang setengah jadi adalah barang yang telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena belum menjadi produk akhir. Misalnya, kain untuk membuat pakaian, besi untuk untuk membuat pisau, dan terigu untuk membuat kue.
Barang jadiBarang jadi merupakan produk akhir yang telah melalui proses pengolahan dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi sampai menjadi barang yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.
f. Dari Segi Kemakmuran Rakyat.
1. Barang Superior
barang superior, semakin tinggi tingkat kemakmuran rakyat, semakin besan pula permintaan terhadap suatu barang, seperti : TV, Video Mobil mewah, dsb.
2. Barang Interior
barang interior, semakin tinggi tingkat kemakmuran rakyat semakin kecil permintaan terhadap suatu barang. Misalnya Gaplek, jagung.



KEGUNAAN / UTILITY

Setiap barang mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri atau sering juga disebut utilitas (utility). Pada dasarnya manusia melakukan suatu proses produksi untuk meningkatkan nilai guna suatu barang. Nilai guna suatu barang dapat ditingkatkan tidak saja karena diubah dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi menjadi barang jadi, tetapi setelah menjadi barang jadi pun nilai gunanya dapat terus ditingkatkan.

Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melakukan berbagai macam inovasi pada barang-barang yang diproduksinya untuk semakin meningkatkan nilai guna barang tersebut. Misalnya, perkembangan telepon seluler (handphone) yang semakin lama semakin canggih, beragam kegunaannya, serta semakin memudahkan proses kerja manusia.

 Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.

Kegunaan bahan dasar (Elementary utility)Kegunaan bahan dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar tertentu. Misalnya, pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk pembuatan kaca.
Kegunaan bentuk (Form utility)Kegunaan bentuk berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya. Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya menjadi kursi.
Kegunaan waktu (Time utility)Kegunaan waktu berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu yang tepat. Misalnya, jas hujan dan payung berguna pada saat musim hujan.
Kegunaan tempat (Place utility)Kegunaan tempat berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempat yang tepat. Misalnya, perahu berguna ketika berada di lautan.
Kegunaan kepemilikan (Ownership utility)Kegunaan kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada pemilik yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang nelayan daripada bagi seorang dokter.
MASALAH KELANGKAAN

1. Pengertian Kelangkaan

Apa yang terbersit di benak kalian ketika mendengar istilah kelangkaan? Apakah mengenai hilangnya kedelai di pasaran? Ataukah mengenai minyak tanah atau elpiji yang mendadak lenyap di pasar sehingga membuat banyak ibu-ibu/bapak-bapak harus mengantri di penyalur-penyalur minyak tanah atau elpiji? Kedua contoh di atas menggambarkan bentuk kelangkaan. Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak pernah ada puasnya. Kebutuhan manusia beraneka ragam dan terus-menerus ada. Hari ke hari kebutuhan manusia semakin bertambah banyak baik jumlah, mutu, dan coraknya. Pertambahannya itu tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, akan ada sebagian orang yang tidak mendapatkan alat pemuas kebutuhan yang diinginkan, entah karena tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan (biaya tidak terjangkau) atau karena barang sudah habis. Kondisi di atas dapat disebut sebagai kelangkaan. Jadi kelangkaan dapat diartikan situasi atau keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu:
a. terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.
b. terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.

 2. Faktor-Faktor Penyebab Kelangkaan

Kelangkaan dapat terjadi jika sumber daya yang ada terbatas sedangkan kebutuhan jumlahnya tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Meskipun manusia berusaha memperbanyak alat atau barang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi sumber daya dan alat produksi yang ada terbatas jumlahnya. Keterbatasan sumber daya yang ada dapat dibuktikan dari contoh berikut ini.

 a. Sumber Daya Alam

 Sumber daya alam adalah sumber daya yang ada di alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Keberadaan sumber daya alam juga terbatas. Keterbatasannya dapat dilihat dari beberapa contoh sumber daya berikut ini.
1 ) Air
Manusia memanfaatkan air terutama air bersih untuk minum, mandi, cuci pakaian, cuci piring, dan sebagainya. Di kota-kota besar untuk mendapatkan air bersih sangat sulit. Mereka harus membeli air bersih dari PAM (perusahaan air minum). Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan air sangat terbatas.
2 ) Hutan
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya. Dahulu hutan di Indonesia menjadi paru-paru dunia. Selain itu hasil dari hutan seperti rotan, damar, dan kayu dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Hutan dapat juga dijadikan sebagai tempat resapan air sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Namun sekarang keberadaannya sudah sangat mengkhawatirkan. Hal itu disebabkan banyak orang yang menebangi pohon-pohon di hutan tanpa memerhatikan pelestariannya sehingga sekarang ini banyak hutanhutan yang gundul. Kalian tentunya tahu apakah akibat dari hutan gundul? Ya, salah satunya dapat menyebabkan banjir. Di samping itu, sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan semakin berkurang jumlahnya.

 b . Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia juga terbatas keberadaannya. Maksudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai moral yang baik sedikit jumlahnya. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia jika dibandingkan dengan kualitas sumber daya manusia di negara-negara maju masih jauh tertinggal. Kemampuan untuk mengolah sumber daya yang ada masih rendah. Sehingga barang yang dihasilkannya pun masih rendah pula baik jumlah dan kualitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas jumlahnya terbatas.

 c . Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dapat berupa mesin-mesin, bahan baku ataupun peralatan-peralatan lainnya. Keterbatasan sumber modal dibuktikan dengan alat-alat yang digunakan dalam produksi masih menggunakan mesin-mesin berteknologi rendah. Hal ini dapat memengaruhi kelangsungan dalam proses produksi barang.

 d . Sumber Daya Kewirausahaan
Sumber daya kewirausahaan adalah sumber daya yang mampu mengombinasikan antara sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Orang yang memiliki jiwa kewirausahaan masih sedikit jumlahnya. Oleh karena itu sedikitnya orang yang mampu menyatukan sumber daya yang ada dapat memengaruhi jumlah hasil produksi. Sehingga hal tersebut dapat memengaruhi keberadaan alat pemuas kebutuhan di masyarakat. Keterbatasan-keterbatasan sumber daya di atas jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dapat menyebabkan kelangkaan alat pemuas kebutuhan. Terjadinya kelangkaan dapat disebabkan karena faktor-faktor berikut ini.
a. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi.
b. Ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
c. Terbatasnya kemampuan manusia.
d. Sifat serakah manusia.
e. Kurangnya tenaga-tenaga ahli.



Biaya Peluang

1. Pengertian Biaya Peluang

Biaya peluang muncul ketika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan dan dia harus memilih salah satunya. Oleh karena itu, biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memiih alternatif kegiatan.
Konsep biaya peluang adalah sebuah peringatan bahwa jumlah nominal yang dikeluarkan tidak selalu merupakan biaya yang sesungguhnya. Misalnya jika Pemerintah memutuskan untuk membangun jalan raya melalui taman kota, biaya tanah yang diperlukan untuk membangun jalan raya mungkin akan terlihat murah dalam hal anggaran atau biaya yang dikeluarkan, akan tetapi hal tersebut akan mengorbankan masyarakat yang harus merelakan kesenangannya untuk menikmati indahnya taman atau menghilangkan penat sambil bercengkerama dengan kerabat atau keluarganya di taman tersebut.

Biaya yang benar-benar dikeluarkan disebut dengan biaya eksplisit, sedangkan biaya peluang merupakan biaya implisit. Namun baik biaya eksplisit maupun biaya implisit harus diperhitungkan dalam melakukan keputusan-keputusan ekonomi. Dan kedua biaya disebut dengan biaya sesungguhnya (genuine cost).

2. Bersikap Rasional Dalam Menyikapi Berbagai Pilihan
Seperti yang telah Anda baca sebelumnya adanya keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan menyebabkan pilihan dalam hidup manusia. Dimana pilihan itu akan menimbulkan biaya atau pengorbanan. Dan langkah yang akan dilakukanpun dapat menentukan manusia harus berfikir secara bertahap, rasional, dan menentukan skala prioritas.

Dalam menentukan kebutuhan, ada beberapa pertimbangan penting yang perlu Anda perhatikan.

1.Kebutuhan
Misalnya Anda ingin membeli handphone baru. Apakah handphone tersebut benar-benar dibutuhkan dan apakah ini pilihan yang cerdas ?
Sementara jika tidak memiliki handphone baru Anda masih bisa berkomunikasi.

2.Biaya yang ditimbulkan
Jika telah memiliki handphone berarti juga harus mengeluarkan biaya lagi yaitu biaya pulsa. Dalam hal ini Anda harus mempertimbangkan biaya peluang dan biaya yang sebenarnya yang harus anda keluarkan.

3.Manfaat
Anda harus bisa membandingkan manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan. Dan jika manfaatnya lebih kecil, keputusan membeli handphone baru tidaklah tepat dan Anda telah bertindak tidak rasional.

Bagaimana dengan pilihan Anda? Apakah suatu pilihan yang bermanfaat?

Untuk itu dalam menentukan pilihan perlu pertimbangan sebagai berikut :
1.Memilih barang dan jasa yang benar-benar bermanfaat
2.Dapat mengendalikan diri dalam berkonsumsi
3.Membuat perencanaan sebelum menentukan pilihan.

3. Perbedaan Biaya Sehari-hari Dengan Biaya Peluang
Biaya adalah pengorbanan untuk mendapatkan suatu tujuan. Di suatu perusahaan, biaya merupakan pengorbanan untuk memproduksi suatu barang, memasarkan suatu barang, atau kegiatan lainnya. Jika pengorbanan itu untuk memproduksi suatu barang, maka biaya atau pengorbanan tersebut dinamakan biaya produksi. Jika biaya tersebut untuk memasarkan suatu barang, maka biaya tersebut dinamakan biaya pemasaran.

Di atas kita telah menyinggung biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit perusahaan adalah pembayaran tunai untuk membayar sumber daya yang dibeli di pasar sumber daya. Di dalam perusahaan, sumber daya adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk aktivitas perusahaan. Biaya sumber daya dapat berupa upah, sewa, bunga, asuransi, pajak dan sejenisnya. Dengan kata lain, biaya eksplisit adalah biaya peluang sumber daya perusahaan dalam bentuk pembayaran tunai.

Di samping pengeluaran tunai atau biaya eksplisit, perusahaan juga menghadapi biaya implisit yang merupakan biaya peluang (opportunity cost) dari penggunaan sumber daya milik perusahaan.

Laba akuntansi adalah pendapatan atau penerimaan dikurangi biaya eksplisit. Laba ekonomi adalah pendapatan dikurangi biaya eksplisit dan biaya implisit. Perusahaan dikatakan memperoleh laba ekonomi jika laba tersebut lebih besar daripada biaya peluang atau opportunity cost.

Minggu, 24 Februari 2019

sosial



===

Asal kata sosial dari bahasa Latin → socius = teman

Interaksi adalah tindakan atau aksi yang dibalas dengan reaksi. Interaksi tidak dapat dilakukan secara sendiri, harus ada orang atau kelompok lain sebagai mitra untuk berinteraksi.

Cth: berbincang-bincang, bersalaman, jual-beli

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara satu individu dengan individu lain, antara individu dengan kelompok masyarakat, atau antara kelompok satu dengan kelompok lain yang ada dalam masyarakat.

Interaksi sosial (positif maupun negatif) diwujudkan dalam bentuk tindakan sosial.

Tindakan sosial adalah perilaku, aksi, atau perbuatan yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

Interaksi Sosial

Interaksi sosial POSITIF: interaksi yang dilakukan dalam bentuk tindakan sosial yang bersifat positif (baik).

Contoh: bekerja sama dalam bisnis, gotong-royong, berdagang, membentuk koperasi, menjadi pengurus organisasi, dll.

Interaksi sosial NEGATIF: tindakan/aksi yang merugikan orang lain

Contoh: membunuh, merampok, menjelek-jelekkan orang lain, melakukan pemerasan, dll

Tindakan Sosial

(berdasarkan sifat)

Tindakan sosial yang bersifat RASIONAL: tindakan sosial yang dilakukan secara sadar dan masuk akal berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang mantap.

Contoh: menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi berdasarkan cita-cita, minat, dan bakat



Tindakan sosial yang bersifat IRRASIONAL: tindakan sosial yang tidak masuk akal, akan tetapi dipercaya bahwa tindakannya itu akan memberi manfaat padanya.

Contoh: menerima iming-iming menggandakan uang karena berharap mendapat keuntungan (misalnya: 1 juta menjadi 5 juta tanpa upaya keras, melalui dukun, dsb)



Catatan:

Tidak semua tindakan manusia digolongkan sebagai TINDAKAN SOSIAL.

Contoh: menyanyi sambil mencuci karena senang/menghibur diri, tindakan tersebut tidak dapat digolongkan sebagai tindakan sosial. Namun, jika seseorang berlatih bernyanyi untuk mengikuti festival/lomba menyanyi, maka tindakannya digolongkan sebagai tindakan sosial.

Suatu tindakan dapat dapat digolongkan sebagai tindakan sosial apabila tindakan tersebut dilakukan dengan tujuan tertentu, atau dipengaruhi orang lain.

Interaksi sosial akan menimbulkan proses sosial. Tanpa interaksi sosial tidak akan timbul proses sosial karena syarat utama terjadi proses sosial ialah adanya interaksi sosial.

PROSES SOSIAL: hubungan timbal baik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat melalui interaksi antar individu masyarakat.

Proses sosial dan interaksi sosial adalah dua istilah yang saling terkait. Bentuk umum dari proses sosial adalah interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan kunci dari seluruh kehidupan karena adanya interaksi sosial akan memungkinkan kehidupan bersama.

Ciri interaksi sosial:

pelakunya > 1 orang

antara pelaku terjadi komunikasi melalui kontak sosial

SYARAT INTERAKSI SOSIAL:

Kontak sosial;

Komunikasi

KONTAK SOSIAL

tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi dapat pula dilakukan secara tidak langsung.

Kontak Sosial secara LANGSUNG (Primer) → bertemu dan berhadapan, berjabat tangan, berbicara bertatap muka, termasuk kontak melalui media komunikasi (berkirim surat, telepon, chatting lewat internet, dll)

Kontak sosial secara TIDAK LANGSUNG (Sekunder) → cth: jual beli tanah melalui perantara

 

SOSIALISASI sebagai PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

Sosialisasi dalam Keluarga

Sosialisasi dalam Masyarakat

Nilai-nilai sosial di masyarakat

a. Nilai MATERIAL → segala sesuatu yang berwujud kebendaan yang bermanfaat bagi manusia, misalnya kendaraan, gedung, perabot rumah tangga, alat tulis, dsb

b. Nilai VITAL → segala sesuatu yang diperlukan manusia agar dapat hidup dan melakukan kegiatan atau aktivitas, misalnya makanan dan minuman, pakaian, dsb

c. Nilai SPIRITUAL dan KEROHANIAN → segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai ini dibedakan menjadi 4:

1) Nilai MORAL/kebaikan → bersumber dari unsur kemauan (etika) dan kehendak (karsa)

2) Nilai KEBENARAN → bersumber dari unsur akal manusia (akal, budi, dan cipta)

3) Nilai KEINDAHAN → bersumber dari rasa manusia (perasaan dan seni)

4) Nilai AGAMA/nilai religius → nilai ketuhanan dan kerohanian yang tertinggi dan bersifat mutlak

FUNGSI Nilai Sosial:

1) Sebagai petunjuk (pedoman) yang mengarahkan orang untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku

2) sebagai benteng perlindungan hidup masyarakat; mencegah kejahatan/maksiat

3) sebagai pendorong kehidupan bermasyarakat; menuntun kepada kebaikan (mampu menempatkan diri sebagai orang yang berbudi luhur dan kreatif sehingga disenangi dan disegani masyarakat sekitarnya)

NORMA-NORMA SOSIAL di masyarakat

NORMA dan NILAI merupakan dua istilah yang saling berhubungan, akan tetapi terdapat perbedaan di antara keduanya.

NILAI → sesuatu yang baik, luhur, diinginkan, dan dianggap penting oleh masyarakat

NORMA → kaidah atau aturan, patokan, ukuran-ukuran tertentu yang berkembang di masyarakat untuk dipatuhi secara bersama. Norma adalah petunjuk hidup yang berisi perintah dan larangan yang ditetapkan bersama berdasarkan budaya setempat yang mengatur perilaku manusia di masyarakat.

1) Norma AGAMA

2) Norma KESOPANAN

3) Norma KESUSILAAN

4) Norma HUKUM

5) Norma adat

6) Norma kebiasaan/kelaziman, dll

FUNGSI NORMA SOSIAL

a. mengatur orang untuk bertindak dan berpikir, bertindak, dan berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku

b. mewajibkan semua orang agar menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku

c. mengikat atau mengendalikan individu

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Proses Sosial ASOSIATIF

; terjadi ketika suatu kelompok atau orang-perorang (individu) melakukan suatu interaksi sosial yang memilii kesamaan dalam pandangan atau tindakan dalam hubungan satu sama lain. Adanya kesamaan tindakan di antara kelompok atau individu yang berinteraksi tersebut akan

mengarah kepada terciptanya kerukunan dan kesatuan.

Jenis proses sosial asosiatif:

a) KERJASAMA (cooperation)

Kerjasama dapat terjadi pada anak-anak, pemuda, maupun orang dewasa. Mulai dari permainan petak umpet, organisasi kepemudaan (karang taruna, dll), sampai organisasi politik dan pemerintahan.

Kerjassama dapat terbentuk dan berkembang apabila orang dapat digerakkan karena memiliki kesadaran untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap bermanfaat bagi dirinya atau kelompok.

b) AKOMODASI (acomodation) → suatu proses sosial di mana orang-orang atau kelompok-kelompok yang mula-mula saling bertentangan, masing-masing pihak melakukan pendekatan dan penyesuaian diri untuk mengakhiri pertentangan tersebut.

Salah satu cara penyesuaian diri dalam akomodasi misalnya: masing-masing pihak mengurangi tuntutannya dan saling menerima tuntutan pihak lain agar dapat tercapai suatu kesepakatan di antara mereka yang bertentangan.

Bentuk-bentuk akomodasi:

1. KOERSI (coercion) → bentuk akomodasi yang dilaksanakan karena adanya paksaan dari salah satu pihak yang lebih kuat terhadap pihak lain yang lebih lemah kedudukannya

Contoh: ketidakberdayaan pekerja ketika berhadapan dengan majikannya yang tidak mau memenuhi tuntutannya. Karena takut diberhentikan, akhirnya pekerja tersebut menghentikan tuntutannya

2. KOMPROMI (compromise) → bentuk akomodasi yang masing-masing pihak yang bertentangan saling mengurangi tuntutannya sehingga terdapat suatu penyelesaian yang baik di antara pihak-pihak yang bertentangan

Contoh: terjadinya kesepakatan antara buruh dengan perusahaan bahwa kenaikan upah akan diberikan sebesar 50% dari tuntutan buruh. Buruh menerima penjelasan bahwa perusahaan kemampuan perusahaan dan buruh merasakan kesulitan yang terjadi di masyarakat.

3. ARBITRASI (arbitration) → bentuk kompromi yang menggunakan pihak ketiga.

Contoh: dalam contoh sebelumnya, di antara pihak buruh dan perusahaan diundang pihak Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam proses pengambilan keputusan.

4. MEDIASI (mediation) → hampir sama dengan arbitrasi, hanya saja pihak ketiga yang diundang untuk mendamaikan kedua pihak tidak memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan, melainkan hanya sebagai penasihat.

Contoh: dalam penyelesaian konflik di Myanmar (etnis Rohingya) yang dimediasi oleh tim PMI (Yusuf Kalla) dan BSMI

5. KONSILIASI (consiliation) → bentuk akomodasi dengan cara mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang bertikai untuk mencaai penyelesaian yang terbaik.

6. TOLERANSI (tolerantion) → bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang berbeda paham menghindarkan diri dari perselisihan dengan cara menghargai dan menghormati pihak lain.

7. STALEMATE → bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang bertikai berhenti pada satu titik tertentu karena kedua belah pihak memiliki kekuatan yang seimbang. Keduanya mundur, (tidak ada yang menang atau kalah).

Contoh: “perang dingin” AS dan Uni Sovyet yang berakhir dengan sendirinya

8. AJUDIKASI (adjudication) → bentuk akomodasi di mana penyelesaian pertikaian dilakukan melalui badan peradilan karena semua cara musyawarah yang ditempuh tidak menghasilkan penyelesaian yang dapat diterima semua masyarakat.

c) ASIMILASI

→ ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan di antara orang-orang atau kelompok manusia.

Faktor-faktor yang mempengaruhi asimilasi:

sikap toleransi

kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi antarkelompok masyarakat yang berbeda kebudayaan

sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya

sikap terbuka dari golongan yang berkuasa

perkawinan campuran

adanya musuh bersama dari luar

 

2. Proses Sosial DISOSIATIF

Proses sosial disosiatif bertolak belakang dengan proses sosial asosiatif. Proses sosial disosiatif menekankan pada persaingan atau perlawanan.

Proses ini disebut juga proses yang bersifat oposisi, yaitu suatu cara berjuang melawan seseorang atau kelompok untuk suatu tujuan tertentu.

Bentuk-bentuk Proses Sosial Disosiatif:

a. PERSAINGAN (kompetisi) → suatu proses sosial yang terjadi di masyarakat di mana individu-individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil.

Persaingan dapat terjadi dalam sebuah lomba/kompetisi, pemilu, dll.

Menurut berntuknya, persaingan dapat terjadi di berbagai bidang kehidupan, antara lain:

1) persaingan ekonomi

2) persaingan kebudayaan → (budaya, pendidikan, pergaulan, kesenian, adat istiadat, dll)

3) persaingan kedudukan dan peran → terjadi di antara orang dewasa untuk meraih kedudukan/pieran dalam masyarakat dan negara

b. KONTRAVENSI → bentuk proses sosial yang berbeda dengan persaingan dan pertentangan.

Kontravensi ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana, dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang.

Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi (tidak kelihatan) terhadap orang lain atau kelompok.

c. PERTENTANGAN (pertikaian atau konflik) → suatu proses sosial di mana seseorang atau kelompok menentang pihak lain yang disertai dengan ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan/keinginannya.

Pertentangan muncul karena adanya perbedaan-perbedaan antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok. (dalam hal ciri jasmani, emosi, unsur budaya, pola perilaku, kepentingan ekonomi, politik, dll)

 

Proses Sosial yang terjadi di masyarakat didasarkan atas beberapa faktor yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati

a. IMITASI → suatu proses yang terjadi dengan cara mencontoh, meniru, atau mengikuti perilaku orang lain. Proses belajar dengan imitasi (meniru) ada yang bersifat positif, ada pula yang bersifat negatif (tergantung dari apa yang ditiru dalam interaksi sosial tersebut).

b. SUGESTI → suatu proses dalam interaksi sosial dengan memberikan pandangan atau pengaruh oleh seseorang kepada orang lain sehingga dapat menggerakkan atau mempengaruhi hati orang tersebut untuk mengikuti pandangan atau pengaruh yang diberikannya.

Pengaruh sugesti lebih mudah terjadi bila yang memberi sugesti adalah orang yang berpengaruh, berwibawa, atau pemimpin dari orang tersebut. Selain itu, sugesti dapat pula terjadi dari teman-teman dekat, atau bahkan yang lebih muda atau lebih rendah ‘derajat’nya dari orang tersebut.

c. IDENTIFIKASI → suatu proses pada diri seseorang yang memiliki keinginan atau kecenderungan untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain.

Proses identifikasi dapat berlangsung tanpa disadari ataupun dilakukan secara sengaja oleh orang tersebut. Dalam hal ini orang yang melakukan identifikasi mengenal betul orang yang menjadi idolanya. Sikap, perilaku, cara hidup orang yang menjadi idolanya (orang yang dikagumi) sangat dia sukai dan menjiwai dirinya sehingga ia ingin menjadi seperti orang itu.

d. SIMPATI → ialah perasaan suka ataupun tertarik yang timbul pada diri seseorang pada diri orang lain. Simpati juga berbentuk kepedulian atas sesuatu yang menimpa diri orang lain (musibah, kesedihan, dll)